MEMBANGUN SURGA DI BUMI


Surga di dunia bisa diwujudkan dengan jalan menciptakan kesucian yakni kesucian lahir dan kesucian batin.

Hampir semua agama menjanjikan surga kepada para pemeluknya. Dan, Islam hanya menjanjikan surga bagi pemeluknya yang bertakwa. Bagi orang yang bertakwa meraih surga bukan hanya kelak di akhirat, tetapi juga surga di dunia. Sebab Islam mengajarkan kebahagiaan yang sempurna, yakni kebahagiaan di dunia dan akhirat. Sangat sulit, seseorang meraih kebahagiaan surga di akhirat, jika saja tidak bisa menciptakan surga di dunia, dan pasti itu bukan orang yang bertakwa. Tentu saja, kebahagiaan tidak diukur dari kepemilikan materi. Bukankah, seseorang yang berlimpah harta tidak serta merta pasti hidup bahagia.

Tetapi, sayangnya kita seringkali terjebak menilai diri atau orang lain, dengan ukuran materi. Sehingga kita pun tidak bisa bahagia jika tidak memiliki materi. Dan jika seperti itu, dipastikan kita bukan orang yang bertakwa. Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu berada dalam surga (taman-taman) dan dekat dengan mata air- mata air mengalir. (QS. Al-Hijr : 45-48)

Surga di dunia, hanya bisa kita raih manakala kita hidup dengan sikap menerima. Jasad yang diberikan oleh-Nya kita terima. Harta, kedudukan, pasangan yang kita miliki sekarang, kita terima dengan ihklas. Sikap menerima tanpa harus membandingkan dengan siapa pun pasti akan membawa kebahagiaan. Sedangkan sikap tidak menerima dengan apa yang ada, maka pasti akan membawa kesengsaraan. Keikhlasan dalam menjalani hidup akan mendatangkan ke tidak kuatiran dalam jiwa, sedangkan jiwa yang tidak kuatir adalah ciri dari orang yang bertakwa, Yaa ‘ibaadi la khoufun ‘alaikum ( Wahai hamba-hamba-Ku tiada kekuatiran terhadap dirimu). Hari-hari yang dijalani dengan kekuatiran, keresahan adalah hari-hari yang menyengsarakan, sedangkan jika dilalui dengan ketenangan, adalah kebahagiaan.

Surga di dunia, bisa kita wujudkan dengan jalan melakukan berbagai kebaikan. Kebaikan pasti akan mendatangkan balasan kebaikan. Kejahatan pasti akan menuai kejahatan. Siapa yang menabur angin pasti menuai badai. Siapa yang menanam mangga pasti memeroleh buahnya. Gajah mati meninggalkan gading, manusia mati meninggalkan nama.

Surga di dunia bisa diwujudkan dengan jalan menciptakan kesucian. Kesucian lahir dan batin. Pakaian yang suci dari najis dan kotoran pasti lebih nyaman dipakai daripada pakaian yang kotor oleh najis dan kotoran. Hanya orang-orang yang tidak berakallah yang senang memakai pakaian kotor dan penuh dengan najis. Dan orang yang bertakwa hanyalah orang yang senantiasa mempergunakan akalnya. Rasulullah SAW pun sangat menyenangi wewangian.

Surga di dunia bisa diwujudkan dengan jalan membiasakan diri berzikir dengan bertakbir dan bertasbih. Lidahnya basah oleh dzikir. Denyut jantungnya melahirkan suara asma Allah. Desah nafasnya adalah ketukan-ketukan dzikir. Dan, orang-orang yang cinta dengan dzikir pastilah orang-orang yang bertakwa.

Surga di dunia bisa diwujudkan dengan cara membiasakan diri untuk menghindar dari pertengkaran, paling tidak dengan istri kita. Masih mungkinkah orang-orang yang terbiasa bertengkar dengan istrinya di dunia bisa meraih surga kelak di akhirat. Masih mungkinkah, orang-orang yang biasa saling mengumpat, menghina, menjatuhkan di dunia bisa meraih surga di akhirat. Ciptakan keharmonisan keluarga sebaik mungkin di dunia, sebab jika itu bisa kita lakukan pasti kelak kita akan bisa melakukan hal yang sama dan jauh lebih baik kelak di akhirat bersama keluarga kita.

Surga di dunia bisa kita wujudkan apabila kita memandang kepada siapa pun dengan cinta. Kebencian bukanlah sifat penduduk surga. Kasih sayang dalam jiwa adalah sifat penduduk surga. Iri atas apa yang diperoleh orang lain adalah sifat penghuni neraka. Maka, siapa pun yang bisa mengisi jiwanya dengan ketulusan, kebersihan perasaan pasti kelak di akhirat bisa meraih surga. Orang-orang yang dalam jiwanya dipenuhi oleh iri, dengki pasti tidak akan pernah hidup merasa bahagia.

Pikiran dan perasaannya tersiksa memikirkan harta orang lain. Biarlah orang memiliki tumpukan emas sebesar gunung, sedangkan kita tidak. Sebab itu lebih baik daripada memiliki emas sebesar gunung tetapi masih panas hatinya ketika melihat orang lain memiliki emas yang lebih besar dari gunung emasnya.

Surga di dunia bisa kita wujudkan dengan cara melakukan hal yang terbaik di luar dirinya. Ketika keluar rumah, ia melangkah ke arah dan tujuan yang baik. Ia melangkah dengan senyuman, dan setibanya pulang ke rumahnya, ia disambut pula dengan senyuman. Sulit rasanya bagi siapa pun memeroleh kebahagiaan, jika perginya dilandasi oleh keterpaksaan, dan pulangnya disajikan oleh wajah suram menyeramkan. Sambutlah suami dengan pakaian yang baik bahkan lebih baik ketika suaminya pergi dari rumahnya.

Surga di dunia bisa diwujudkan dengan cara membiasakan diri melakukan berbagai ibadah baik wajib maupun sunnah. Bangun di tengah malam untuk sujud bersimpuh kepada Tuhan, adalah ciri dari orang yang sedang membangun surga di dunia. Dengan demikian, ia telah berupaya menjadi kekasih-Nya dengan baik. Dan siapa yang berusaha ke arah itu, maka Maha Pengasih pun Mengasihi orang itu. Orang yang melakukannya itu tentu saja lahir dari golongan yang bertakwa. Semoga kita diberi kemampuan oleh-Nya untuk melakukan kebaikan-kebaikan. Dan, kebaikan yang kita perbuat sesungguhnya bukan karena kita mampu melakukannya, melainkan itu semua adalah Rahmat-Nya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s