Lembaran BULETIN PENYEJUK HATI


MAULID BID`AH! Benarkah?
Apa dan Bagaimana Hukum Peringatan Maulid SAW?

• Al Imam al Hafidz Ibnu Hajar al Asqalany (Tokoh Ilmu Hadist)
Berkata al Hafidz As Suyuthi”Syeh al Islam Hafidz al Asr Abu al Fadil Ahmad bin Hajar-al Asqolany-tentang peringatan maulid”
“Hukum asal peringatan maulid adalah bid`ah. Tak pernah ada ulama melakukannya dari mulai kurun ke tiga. Akan tetapi dalam peringatan maulid mengandung hal-hal tentang kebaikan bukan malah sebaliknya, barang siapa yang melaksanakan kebaikan dan menjauhi dari keburukan maka dinamakan bid`ah hasanah, apabila mengandung tentang keburukan maka dinamakan bid`ah dlolalah.
Beliu berkata ”Saya mengambil dari sebuah hadist yang tsabit dari Shahih Bukhori Muslim,”Ketika Nabi SAW pergi ke kota madinah beliu melihat sekelompok orang yahudi melakukan puasa sepuluh asyura,kemudian beliau menanyakan tentang puasa yang mereka lakukan,mereka menjawab”Bahwa pada hari kesepuluh di bulan Asyura,di tenggelamkannya Firaun dan diselamatkan Musa,kami berpuasa karena bersyukur untuk memperingati hari tersebut,dan Nabi pun berkata”Kami lebih berhak pada Nabi Musa dari pada kalian kemudian Nabi pun memerintah untuk melaksanakan puasa”
Dari hadist diatas bisa diambil kesimpulan tidak ada larangan bersyukur kepada Allah SWT yang dikhususkan pada hari atau pun bulan karena mendapatkan kenikmatan atau menolak keburukan,apa nikmat yang terbesar selain nikmat di lahirkannya Nabi SAW pada hari itu,maka sudah keharusan bagi kita untuk bersyukur kepada Allah akan kelahiran Nabi SAW.
Dan diriwayatkan dari shahih Imam Muslim “Maka berpuasa Rasulullah SAW dan memerintahkannya”.
• Al Imam al Hafidz Jalaluddin as Suyuthi.
Berkata al Hafidz as Suyuthi dalam kitabnya “Alhawy lilfatawa”
Beliu berkata”Saya mengambil dari sebuah hadist yang di keluarkan al Imam Albaehaqi yang diriwatkan oleh sahabat Anas dari Nabi SAW” Sesugguhnya telah melaksanakan aqiqah Nabi SAW untuk beliau sendiri setelah di angkat menjadi Nabi”padahal dalam riwayat lain,kakeknya Abdul Mutholib telah melaksanakan aqiqah sa`at Nabi berumur tujuh tahun,hal ini menunjukkan sesungguhnya bahwa Nabi SAW merasa bersyukur atas kelahiran beliau sebagai nabi akhir zaman dan mengajarkan kepada ummatnya untuk bersalawat kepada beliau, maka di sunnahkan bagi kita untuk memperingati hari kelahiran Nabi SAW dengan berkumpul dan bersadaqoah dengan menghidangkan makanan dan hal-hal yang bisa mendekatkan diri kita kepada Allah SWT.
Dan hadist yang sebagai dalil Imam Suyuti di benarkan oleh al Hafidz as Sayyid Ahmad bin as Sidiq dalam kitab Alhidayah.
Dan kitab Shahih Muslim,dalam sebuah hadist yang di riwayatkan oleh Abi Qotadah al Anshari ra”Sesungguhnya Rasulullah di tanya tentang puasa hari senin”Beliau menjawab itu adalah hari kelahiranku,dan hari aku di bangkitkan”
Berkata Shan`ani dalam kitab subulussalam syarah bulughul maram dalam mensyarahi hadist di atas:Bahwa Rasulullah memberikan alasan berpuasa hari senin, bahwa pada hari tersebut beliu di lahirkan,dan ulama bersepakat tentang kelahiran Nabi pada hari itu.
• Al Imam Ibnu Haj
Dan berkata al Imam Ibnu Haj dalam masalah keutamaan bulan maulid dan hari dilahirkanya Rasulullah SWA “Rasulullah memberikan isyarah tentang keutamaan bulan maulid dan hari kelahiran beliu,saat beliu di tanya tentang puasa hari senin ,Beliua menjawab itu adalah hari kelahiranku”Maka merupakan keharusan bagi kita memulyakan bulan tersebut,sebab semua umat akan ada di bawah bendera Rasulullah SAW,dalam sebuah hadist di terangkan “Adam dan keturunannya ada di bawah benderaku”.
• Al Imam Abu Syamah (Guru al Imam Nawawi)
Berkata Abu Syamah dalam kitabnya Albaits ala Inkarilbida`wal hawadist.
“Sebaik-sebaiknaya bid`ah pada zaman sekarang,yaitu apa yang dilakukan di sebuah kota Arbal,pada setiap bulan maulid mereka bersadaqoh kepada para faqir miskin dan menampakkan kegembiraan karena cinta kepada Nabi SAW,adapun orang yang pertama meramaikan adalah Assyeh Umar bin Muhammad Almala`.

BID`AHKAH MEMUKUL REBANA WAKTU MAULID?

Dalam kitab Mawarid Zdom`an ila Zawaid Ibnu Hibban.
Berkata Ibnu Hibban:Telah mengabarkan kepadaku Muhammad bin Ishaq bin Khuzaemah dan telah membacakan hadist kepadaku Ziyad bin Ayyub telah membacakan hadist kepadaku Abu TamiilahYahya bin Wadih telah membacakan hadits kepadaku al Husaen bin Wakid telah membacakan hadist Abdullah bin Baridah dari ayahnya seraya berkata:Waktu Rasulullah kembali dari perang datanglah seorang jariyah(budak perempuan)dan berkata:Ya Rasulullah,saya bernadar kalau engkau kembali dari perang dengan selamat,maka aku akan memukul rebana di hadapanmu ”Kemudian Rasulullah menjawab: Kalau engkau betul-betul nadzar maka laksanakanlah apabila tidak jangan lakukan dan budak perempuan tadi menjawab: Sesungguhnya saya telah bernadar, kemudian Rasulullah duduk dan saya memukul rebana.
Dalam hadist lain yang di riwayatkan oleh Sayyidatina A`isyah:Sesungguhnya sa`at Rasulullah bepergian,seorang budak perempuan bernadar,apabila Rasulullah pulang dengan selamat maka aku akan memukul rebana di rumah A`isyah,tatkala Rasulullah kembali datanglah budak perempuan tersebut kerumah A`isyah,berkata Sayyidatina A`isyah kepada Nabi:Fulanah binti Fulanah bernadar jika engkau kembali dengan selamat dia akan memukul rebana,berkata Rasulullah:’Pukullah rebana itu”
Hadist di atas termasuk hadist muttasil yang di riwayatkan oleh perawi-perawi hadist yang tsiqoh,dan sesungguhnya Rasulullah pernah berkata:”Tidak ada nadar untuk kemaksiatan”apabila memukul rebana termasuk ma`siat maka Nabi akan mencegahnya dan menyuruh untuk menggugurkan nadar tersebut.
Dan berkata Assyeh al Imam al Baehaqi:Sesungguhnya pemberian izin dari Nabi untuk memukul rebana karena di dalamnya merasa senang dengan kembali Nabi dari peperangan bukan semata karena kewajiban nadar. Semoga tulisan yang sedikit ini bisa bermanfaat.

AL QUTHUB AL ANFAS
AL HABIB UMAR BIN ABDURRAHMAN ALATTAS
Siapa sebenarnya pengarang ratib al Attas?

Beliau adalah al Imam al Alim al Allamah al Wali al Qutub al Arif billah as Syeh al Barokah al Qudwah al Habib Umar bin Abdurahman bin Aqil bin Salim bin Abdullah bin Abdurahman bin Abdullah bin Abdurahman Asseqaf al Alawy ra, Ibunda beliau bernama Syarifah Muznah binti Muhammad al Jufri.
Beliau di lahirkan sekitar tahun 992 H di kota Lisk, wilayah Hadramaut, di kota ini beliau di besarkan dan di didik oleh ayahanda beliau al Habib Abdurahman bin Aqil al Attas dan beberapa habaib yang lain.
Sejak kecil al Habib Umar al Attas telah kehilangan penglihatannya (tuna netra) namun sebagai calon ulama besar Allah telah menggantinya dengan penglihatan mata bathin beliu, yang lebih tajam dari mata dhohir,dengan bukti sejak kecil beliau sangat mudah menghafal apa saja yang beliau dengar, salah satu guru beliau mengatakan; “Bahwa al Habib Umar tuna netra dhohirnya namum terang dan bersinar hati nuraninya. ”dengan penglihatan bathin beliau semakin menambah pendekatan beliau kepada tuhannya Allah SWT, beliau tuna netra tapi tidak buta mata hati beliau. Dalam satu riwayat tentang ciri-ciri beliau, yaitu tidak pendek dan tidak pula tinggi, tampan, berjenggot lebat berwibawa dan harum serta wangi tubuh beliau, sebab beliau sangat senang wangi wangian.

Guru-Guru Beliau.
Al Habib Umar al Attas belajar dari semua guru yang pernah belajar dari al Imam Syeh Abu Bakar bin Salim Fahrul Wujud sekaligus putra-putra beliau, adapun guru utama beliau adalah al Habib Husen bin Syeh Abu Bakar bin Salim, dalam sebuah riwayat al Habib Husen adalah seorang ulama yang kasf (bisa melihat sesuatu yang ghoib) di ceritakan suatu hari beliau melihat beberapa santri yang lewat di hadapan beliau di iringi oleh para malaikat yang menyandarkan sayap-sayapnya di bawah kaki para santri yang lewat di hadapan beliau, dan masih banyak lagi guru-guru beliau yang lain,yang tak bisa di sebut satu persatu

Murid-Murid Beliau.
Banyak sekali murid beliau yang selalu hadir dalam majelis yang beliau asuh, sebagian yang bisa kami sebutkan adalah putra beliau sendiri al Habib Husen bin Umar al Attas, al Habib Abdullah bin Alwy al Haddad pengarang ratib al Haddad, al Habib Isa bin Muhammad al Habsy, dan yang paling kita kenal yaitu as Syeh Ali bin Abdullah Baras dan murid-murid yang tatkala sedang mencukur rambut al Habib Umar, terlintas dalam hatinya, ”al Habib Umar seorang yang agung padahal beliau buta ”Seketika itu beliau tahu isi hati muridnya seraya berkata ”Kalau begitu kamu harus buta”, sejak saat itu murid tersebut buta dan tak lain adalah al Habib Isa al Habsy.

Faidah Membaca Ratib al Attas
Orang yang membaca bisa di ampuni dosanya oleh Allah sebab di dalamnya di iringi pembacaan istighfar,
1. Apabila di baca di sebuah desa maka insa Allah desa tersebut akan di jauhkan dari segala bahaya.
2. Di gampangkan usahanya dan di jauhkan dari paceklik
3. Dapat mencegah kejahatan musuh dan lawan,menghilangkan rasa takut di hadapan orang-orang yang dholim.

Cara dan Waktu Membaca Ratib al Attas.
Dalam membaca ratib hendaklah dalam keadaan suci dan hadirkan hati pada setiap lafad yang keluar dari mulut kita,memegang kepala saat membaca akhir surat al Khaser sebab di riwayatkan waktu ayat ini di turunkan malaikat jibril menyuruh Rasul untuk memegang kepala, maka sebaiknya waktu kita membaca akhir surat al Khaser di barengi dengan memegang kepala,

Waktu Dalam Membaca Ratib al Attas.
Di baca pagi dan sore bagi yang memiliki keinginan yang keras dalam mencari keberkahan dan hajat yang sangat penting, dan sebelum shalat isya khusunya pada bulan ramadhan, dan setelah shalat isya seperti yang di lakukan para salafussoleh

Nasehat-Nasehat Beliau AlQuthbil Anfas
“Allah akan memberi setiap orang menurut niatnya dan kebersihan hatinya”
“Barang siapa melihat sebuah sifat yang baik, maka yaqinlah sifat tersebut adalah bagian dari agama”
“Sabar akan membawa akibat, sabar menjadi sumber segala kebaikan, sabar akan di abadikan oleh Allah, segala puji bagi Allah apa yang Dia tentukan pasti wujud, dan apa yang di takdirkan pasti ada.”
“Tidaklah seorang yang tekun melakukan ibadah kepada Allah melainkan memperoleh restu dari seorang wali ,baik yang masih hidup maupun sudah wafat”
“Barang siapa mendoakan orang dholim (agar mendapatkan hidayah dan kecukupan) maka dia akan selamat dari kejahatan orang tersebut”

=====

Syair Imamul haddad:

“Bila Allah mengujimu maka bersabarlah karena itu hakNya atas dirimu”

“Dan bila Ia memberi nikmat maka bersyukurlah”

“Siapa yang mengenal dunia pasti akan yaqin bahwa dunia tak ragu lagi adalah tempat kesengsaraan dan kesulitan”

Hal yang terpenting adalah tatkala kita masih bisa membaca kehidupan para salafussoleh dan mendengarkan perkataan-perkataan ulama sebab akan datang satu zamandimana kita tak bisa lagi dengarkan kalam-kalam tersebut,

Seorang mu’min sejati adalah orang yang selalu mencurahkan seluruh kehidupannya untuk beraktifitas bagi dunia dan akhirat,segala aktifitasnya selalu diarahkan untuk meraih ridho Allah SWT.Ia tidak akan melakukan suatu pekerjaan kecuali yang membuahkan hasil,dan hasil pekerjaannya selalu mempunyai nilai ibadah.

Ya Allah berilah kami kemulyaan sebab barokah keluarga RasulMu Muhammad SAW dan berilah kami petunjuk dengan mengikuti ajaran-ajaran pewaris NabiMU,dan kumpulkanlah kami bersama orang-orang yang Engkau cintai,Amiin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s