SABAR MENURUT ILMU TASAWUF


Definisi sabar menurut kamus Tasawuf adalah keadaan jiwa yang kokoh, stabil dan konsekuen dalam pendirian. Jiwanya tidak tergoyahkan, pendiriannya tidak berubah bagaimanapun berat tantangan yang dihadapi. 1)

Sabar itu lahir dari kondisi ruhani yang suci dan berasal dari kesadaran yang tinggi dari dalam hati yang jernih dan bening, karena sudah penuh tawakal.2) Dengan kesabaran salik tidak mudah mengeluh, tabah hati sehingga tidak gampang panik, dan pasrah hati.

Sabar adalah sikap yang sangat dipuji oleh Allah, sehingga banyak disebut di dalam kitab suci Al Quran dan Hadits. Dalam tasawuf, sabar dijadikan satu maqam sesudah maqam faqir. Karena persyaratan untuk dapat konsentrasi dalam dzikir orang harus mencapai maqam faqir. Dalam kefaqiran umumnya didera dengan berbagai cobaan dan penderitaan, yang menyebabkan merasakan maqam sabar. Menurut Islam, mengendalikan diri untuk mengamalkan perilaku sabar adalah tiang dari ahlak mulia, sesuai dengan firman Allah SWT 3):

“Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan salat sebagai penolongmu. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS Al Baqoroh :153).

Menurut Sa’id Hawwa 4), kesabaran dibagi tiga macam. Pertama, sabar dalam ketaatan kepada Allah. Kedua, sabar dari kemaksiatan. Ketiga, sabar ketika mendapat cobaan.

Menurut sebagian orang arif 5) kesabaran dibagi tiga macam juga, hanya sudut pandangnya sedikit berbeda. Pertama, meninggalkan hawa nafsu yang mungkar, dan ini derajat orang yang bertobat. Kedua, ridha terhadap takdir Allah yang menimpanya, dan ini derajat orang-orang yang zahid dan ketiga, cinta atau senang terhadap segala apa yang dilakukan Allah atas dirinya dan ini derajat orang yang benar.

Daftar Rujukan :

1) Jumantoro,Totok. Munir Amin, Samsul. Kamus Ilmu Tasawuf, Wonosobo, Penerbit Azhar, 2005

2) Kafie, Jamaludin. Tasawuf Kontemporer, Jakarta, Republika, 2003

3) Departemen Agama RI, Al Quran dan Terjemahannya, Jakarta, 1989

4) Said Hawwa, Tazkiyatun Nafs, Intisari Ihya Ulumuddin, Penerbit Pena Pundi Aksara, Jakarta, 2005

5) Dr. Ahmad Daudy, Kuliah Ilmu Tasawuf, Penerbit Bulan Bintang,Jakarta, 1998

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s