Sya’ir Farazdaq


Melukiskan kemuliaan anggota ahlulbait Rasulullah s.a.w.:
‘Ali Zainal Abidin bin Al-Husein bin ‘Ali bin Abi Thalib Karomallahu Wajhah
Ahlulbait Nubuwwah pengemban wasiat sepanjang zaman
Bahtera kehidupan dan bahtera keselamatan
Selagi bintang-bintang belum berguguran
Mereka tempat manusia menumpu harapan
Kesucian mereka terpatri kukuh dalam al-Qur’an
Diuraikan sabda Nabi di dalam Shahihan1
Tentera sebagai amanat dalam Hadith Tsaqalain2
Tiada kalimat meragukan orang beriman
Mereka bahtera penyelamat kemanusiaan
Dari taufan dan badai keduniaan
Mereka bintang-bintang pemandu jalan
Bagi setiap musafir ke alam kelanggengan
Betapa pun dahsyat gelombang kemunafikan
Hendak membenamkan mereka ke dasar lautan…
Betapa pun ganasnya muntahan lahar kedzaliman
Hendak menghanguskan mereka menjadi debu berserakan…
Dengan lindungan Ilahi mereka tegak tak terpunahkan
Dengan kebenaran Rasul-Nya mereka tangguh tak tergoyahkan
Dengan kecintaan ummatnya mereka tak tersingkirkan
Dengan kesucian darahnya mereka tak tercemarkan
Seandainya dahulu ada seribu Karbala dan Dzil Jausyan3
Bahtera ahlulbait tak akan karam dan bintang pun tak suram
Selagi Allah menghendaki kelestarian insan
Pengemban amanat kebenaran dan penentang kebatilan
Kemulian mereka titisan suci darah Rasulur-Rahman
Terpadu dengan kalam Ilahi di setiap dada beriman
Dalam Surah Al-Ahzab dan Aali Imran4
Hingga semua kembali ke Haud di Yaumil-Mizan5
Beruntunglah orang yang melaju dalam bahtera keselamatan
Mengikuti cahaya bintang di tengah samudra kehidupan
Celakalah orang yang enggan berlayar menyeberang laut
Memejamkan mata terhadap beribu bintang taburan
Dialah yang dikenal jejak langkahnya
oleh butiran pasir yang dilaluinya
Rumah Allah Ka’bah pun mengenalinya
dan dataran tanah suci sekelilingnya.
Dialah putera insan termulia
dari hamba Allah seluruhnya
Dialah manusia hidup berhias takwa
kesuciannya ditentukan oleh fitrahnya
Apabila orang Quraishi melihatnya
berkatalah penyambung lidah mereka:
Pada keagungan peribadinya
berpuncak semua sifat yang mulia.
Bernasab setinggi bintang kejora
seanggun langit di cakerawala
tak tersaingi insan mana pun juga
baik Arab mahupun ‘Ajam6 di jagat raya
Di saat ia menuju ke Ka’bah
bertawaf mencium Hajar jejak datuknya
Ruknul-Hatim7 enggan melepaskan tangannya
kerana mengenali betapa ia tinggi nilainya
Senantiasa menundukkan kepala
Kerana pemalu menjadi dasar fitrahnya
Orang terpaku kerana kewibawaannya
mengajaknya bicara hanya saat senyumnya
Itulah ‘Ali buyut Rasul Allah
buyut pemimpin segenap ummat manusia
dengan agamanya manusia berbahagia keridhaan-Nya
Sinar hidayat memancar di antariksa
dari kecermelangan bulan purnama
penaka mentari terbit diufuk sana
membelah cuaca gelap gelita
Darah, daging dan tulang sumsumnya
berasal dari utusan Allah Yang Maha Esa
sungguh indah semua unsurnya
serba sempurna semua intinya
Jika anda belum mengenal dia
dia itulah putera Fatimah
puteri Nabi utusan Allah
penutup para Rasul dan Anbiya
Sejak azal Allah memuliakan martabatnya
tiada makhluk setara keagungannya
tersurat dalam ilmu Allah Pencipta
di Lauh Mahfudz dengan qalam-Nya
Pertanyaan anda “siapa dia”
Tidak merugikan keharuman namanya
Arab dan ‘Ajam mengenal dia
walau anda hendak mengingkarinya
Uluran tangannya bak8 hujan merata
menyebar manfaat ke mana-mana
tangannya tak pernah kosong dan hampa
walaupun dermawan tiada tara
Lembut perangai dan perilakunya
bila marah tak dikhuwatirkan akibatnya
budi luhur dan kedermawanannya
dua hiasan hidupnya yang terutama
Tiap si miskin datang kepadanya
beban derita dipikul olehnya
Dengan wajah cerah ceria
baginya “ya” jawapan yang termesra
Bila berjanji tak kenal cedera
keberkahan menyertai kebajikannya
riang peramah dan lapang dada
sedetik pun hatinya tak pernah lengah
Tak pernah ia berucap “tidak”
Kecuali dalam ucapan syahadatnya9
kalau bukan kerana syahadatnya
“tidak”-nya berubah menjadi “ya”
Kebajikan meluas dan merata
seluas bumi dengan segala isinya
hapuslah semua duka derita
sirnalah semua ratap sengsara
Berasal dari keluarga mulia
mencintainya fardhu wajib dalam agama
membencinya kufur dalam agama
dekat padanya selamat dari merbahaya
Kalau dihitung semua orang bertakwa
merekalah barisan pemimpinnya
bila ditanya siapakah penghuni buni utama
tiada lain kecuali “mereka”-lah jawapnya
Kuda sembrani pun tak terdaya
Menjangkau ketinggian martabat mereka
tiada makhluk lain tolok bandingnya
betapa pun tinggi dan mulianya
Laksana hujan menyiram kemarau
mengikis paceklik menangkal bencana
ibarat singa…singa Syara10
terkenal tangkas dan amat perkasa
Kesukaran hidup bukanlah alasan mereka
untuk menahan uluran tangannya
keadaan mereka senantiasa sama
di saat “kaya” dan di waktu “sengsara”
Betapa berat cubaan dan derita
tersingkirkan oleh cinta kasihnya
dengan cinta kasih dan kebajikannya
nikmat Ilahi melimpah berlipat ganda
Sebutan mereka diucapkan setiap insan
setelah sebutan Allah Yang Maha Rahman
pada tiap awal wicara
dan pada tiap akhir untaian kata11
Kenistaan pantang menyentuh mereka
tiada kehinaan menjamah kehormatannya
keharumannya semerbak merata
dengan tangan mereka melawan durjana
tak ada manusia hina di mata mereka
tak seorang pun menjadi budaknya
tidak! Merekalah justeru pemimpinnya
dan yang pertama: Rasul pembawa nikmat-Nya
yang mengenal Allah pasti mengenal dia
yang mengenal dia mengenal keutamaannya
yang bersumber pada lingkungan keluarganya
tempat manusia bermandikan cahaya12
Keterangan :
1) Dua Hadith Shahih Bukhari dan Muslim.
2) Hadith Rasulullah s.a.w. yang mewasiatkan ummatnya supaya tetap berpegang teguh pada dua bekal, iaitu Kitabullah dan ahlulbait beliau.
3) Karbala = Tempat pasukan Bani Umayyah menyerang Al-Husein r.a
Dzil Jausyan = nama orang yang mencincang jenazahnya.
4) Surah Al-Ahzab: 33 dan Surah Aali Imran: 61
5) Haud = Syurga. Yaumil-Mizan = Hari Kiamat.
6) ‘Ajam = Sebutan khusus bagi semua bangsa diluar bangsa Arab,atau semua yang tidak berbahasa Arab.
7) Ruknul-Hatim = Sudut Ka’bah, tempat Hajar Aswad diletakkan.
8) Bak = Laksana
9) Kata “tidak” dalam syahadat: “Tidak ada tuhan selain Allah”
10) Singa Syara = Jenis singa terkenal keberaniannya di daerah sekitar Al-Furat.
11) Yang dimaksud ialah doa, khutbah dan lain-lain selalu diawali dan diakhiri dengan ucapan shalawat kepada kepada Rasulullah s.a.w. dan kepada “aal” (keluarga)-nya
12) Agama Islam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s